"Bersama Membangun dan Mewujudkan Bona Pasogit Tapanuli Utara yang Sejahtera";
Tapanuli Utara Sebagai Lumbung Pangan Dan Lumbung Sumber Daya Manusia Yang Berkualitas serta Daerah Wisata

Senin, 02 Mei 2016

Pasar Lelang hasil pertanian Taput Ke-7

para Pedagang sedang meneliti kualitas cabai merah
Senin 2 Mei 2016,  Pasar Lelang Hasil Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara kembali gelar pelelangan dengan metoda Spot melelangkan komoditi Cabai Merah di Pasar Siborongborong.


Lelang kali ini diikuti petani sebanyak 19 (sembilan belas) orang dari Kecamatan Siborongborong, Kecamatan Pagaran, dan Kecamatan Muara dengan total produk sebanyak 1.315 Kg dibuka dengan harga dasar sebesar Rp 18.000 per-Kg.

Setelah lelang dibuka, para pedagang memberikan penawaran dengan pembelian terendah seharga Rp 19.100 per-Kg dan pembelian tertinggi sebesar Rp 20.750 per-Kg.


Terkait total komoditi yang dilelang sebanyak 1.315 Kg, dibandingkan dengan minggu-minggu sebelumnya, Kepala BP4K Taput Sondang E.Y. Pasaribu yang dikonfirmasi media ini menjelaskan bahwa penurunan total produk disebabkan masih tingginya curah hujan saat ini di wilayah Taput, hal itu menyebabkan petani tidak berani memetik cabai, khawatir cabai merah yang telah dipetik dan basah akan berakibat kepada mudahnya pembusukan pada biji cabai.

"Jika sewaktu pemanen turun hujan dan cabai yang dipanen banyak yang basah, supaya tidak busuk, cabai musti diangin-anginkan terlebih dahulu sampai kering sebelum dikemas, sehingga ketika lelang dibuka di pasar lelang banyak cabai yang terpaksa ditahan oleh para petani," terang Kepala BP4K Sondang E.Y. Pasaribu.

"Langkah tindak yang diambil para petani tersebut sudah benar saat ini, karena apabila dipaksakan memasukkan komoditinya (cabai dalam keadaan basah) ke pasar lelang, dikhawatirkan pedagang akan menawar lebih rendah, karena kualitas cabai yang turun," terang Kepala BP4K Sondang E.Y. Pasaribu mengakhiri.
Posting Komentar