"Bersama Membangun dan Mewujudkan Bona Pasogit Tapanuli Utara yang Sejahtera";
Tapanuli Utara Sebagai Lumbung Pangan Dan Lumbung Sumber Daya Manusia Yang Berkualitas serta Daerah Wisata

Jumat, 24 Juni 2016

Lelang Cabai Merah di Tarutung Resmi Dimulai

Pedagang : Matondang, br Tompul, Sitohang
Jumat, 24 Juni 2016.  Pasar lelang Taput yang dimulai di Siborongborong pada Maret 2016 yang lalu, menggiring petani ke arah penguatan nilai jual produk Cabai Merah di tingkat petani dan memperpendek waktu pengumpulan produk di kalangan pengumpul atau agen atau pembeli baik dalam daerah maupun luar daerah.


Tarutung sebagai ibukota Kabupaten Taput, memang bukan sentra pasar Taput, tetapi Tarutung dan beberapa kecamatan sekitar juga menjadi penghasil cabai merah, dengan panen raya sejak Oktober dan akan berakhir pada Januari tahun berikutnya dengan perkiraan produksi 100 ton per-minggu atau lebih kurang 1600 ton selama masa produksi.

Untuk melindungi para petani Cabai Merah di Kecamatan Tarutung, Kecamatan Siatasbarita, dan Kecamatan Sipoholon, juga didukung oleh Kecamatan Adiankoting dan 4 Kecamatan se-luat Pahae, pemanfaatan pasar lelang menjadi solusi.  Dimulai sejak hari ini Jumat (24/6) Pasar Lelang di Tarutung dimulai, diawali dengan Pra-Lelang yang dilakukan oleh Kelompok Kerja (Pokja) Lelang Hasil Pertanian Taput. 

Pra lelang melalui pasar lelang pertama ini melelang Cabai sebanyak 183 Kg berasal dari Tarutung, Siatasbarita, Sipoholon, dan Sipahutar, dengan harga dasar lelang Rp 20.000 dan berhasil dilelang dengan harga terendah Rp 22.100 dan harga tertinggi Rp 23.700. 

Beberapa pedagang pengumpul Cabai Merah yang berdomisili di Tarutung, setelah proses lelang selesai mengajak Pokja berdiskusi terkait pelaksanaan lelang yang akan berlaku secara berkelanjutan di Tarutung.

"Kami mendukung sepenuhnya program Pemerintah Kabupaten Taput melaksanakan pasar lelang ini, tentunya ini untuk melindungi para petani Cabai Merah.  Tetapi kami khawatir dengan nasib kami para pedagang pengumpul dan kemampuan Pemkab mengendalikan situasi pada masa puncak panen di Tarutung sekitarnya," ujar br. Sitompul bersama rekannya marga Lumbantobing dan Hutabarat.

"Kami para pedagang pengumpul (admin : Cabai Merah) sesungguhnya mengharapkan kepada Pemkab Taput, agar Pemkab berperan melindungi petani ketika harga pasar jatuh, disitu kami berharap, Pemkab mensubsidi petani, sedang ketika harga sedang baik, Pemkab membiarkan petani menjual produk di pasar secara bebas tanpa melalui mekanisme pasar lelang," harap br. Sitompul lebih lanjut.

Kadis Pertanian dan Perkebunan Tonny Simangunsong, didampingi Kadis Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Rosdiana Manurung, Kakan Ketahanan Pangan Sofian Simanjuntak, Kabid Perdagangan Dinas Koperasi Panjaitan, dan Kabid Informatika Giotto Sormin selaku anggota Pokja menanggapi dan memahami pikiran, harapan, serta saran para pedagang pengumpul menggambarkan pentingnya pelaksanaan pasar lelang ini bagi Pemerintah Kabupaten Taput untuk melindungi petani Cabai dan sekaligus memberikan kemudahan bagi para pedagang, baik pedagang pengumpul maupun pedagang besar.

"Menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Taput untuk berjuang mengangkat ekonomi pelaku pertanian, khususnya petani Cabai Merah, perlahan tetapi pasti harus terlepas dari belenggu ketidak pastian pemasaran produk, keraguan harga jual, dan lebih jauh Pemekab ingin melepaskan para petani dari kungkungan tengkulak atau ijon," ungkap Kadis Pertanian dan Perkebunan Tonny Simangunsong.

"Pemkab Taput akan berperan penuh melindungi petani, bukan hanaya saat harga jatuh, juga ketika harga sedang baik di pasar.  Ketika Cabai Merah sedang panen raya dimana produk akan melimpah, Pemkab melalui Pokja akan mengambil strategi khusus nantinya, Pokja telah membuat skenario mengantisipasi hal itu ke depan, sehingga petani tidak akan dirugikan oleh situasi panen raya," lanjut Kadis Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Rosdiana Manurung.

Terkait keinginan pedagang pengumpul agar Poka Lelang dapat memberikan informasi "harga dasar" lebih awal kepada pedagang pengumpul belum dapat disimpulkan.  "Kami harus bicarakan terlebih dahulu dalam rapat Pokja, kami harus memperhatikan resiko baik keuntungan maupun kerugian yang akan dialami oleh petani maupun pedagang," terang Kakan Ketahanan Pangan Sofian Simanjuntak.

Pasar lelang Tarutung ini dilakukan di pekan Tarutung bertempat di dalam mini market, sehingga seluruh peserta terlindung dari faktor cuaca panas dan hujan.  Namun beberapa diantara yang hadir berharap, pelaksanaan pasar lelang ini dilakukan di area terbuka, dapat dilihat dan diikuti oleh banyak orang secara terbuka, sekaligus sebagai perlakuan promosi pasar lelang agar diketahui seluruh khalayak.

Photo liputan :

Tidak ada komentar: