"Bersama Membangun dan Mewujudkan Bona Pasogit Tapanuli Utara yang Sejahtera";
Tapanuli Utara Sebagai Lumbung Pangan Dan Lumbung Sumber Daya Manusia Yang Berkualitas serta Daerah Wisata

Kamis, 05 November 2015

NIKSON NABABAN : Saya Datang untuk Mengabdi

Kurang lebih satu setengah tahun memimpin Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), saya sadar tidak mudah melakukan perubahan di kampung sendiri. Namun, dengan kebulatan tekad dan hati tulus, saya hadir di sini untuk melakukan perubahan.

Program demi program dijalankan seperti pembangunan infrastruktur/ irigasi yang menjadi prioritas saya.  Jalan-jalan menjadi hotmix .  Ini pun tidak mudah karena banyak hal yang mungkin dianggap tidak sesuai sehingga menuai pro dan kontra. Tapi, saya tetap yakin ini adalah tujuan mulia demi peningkatan kualitas jalan di daerah tercinta.

Obsesi saya membangun Taput bukanlah hal mudah mengingat dana APBD masih sangat rendah untuk mendanai semua pembangunan. Karena itu, saya rasa sangat perlu melobi dana ke pusat agar kue pembangunan untuk Kabupaten Taput bisa meningkat signifikan.  Hasilnya, keberangkatan saya ke Jakarta membuahkan hasil.  Salah satunya, kedatangan Menteri PU dan Perumahan Rakyat ke Taput telah membawa kue pembangunan (anggaran) yang besar untuk Taput.
Bantuan Kepada PPL Pertanian

Pembangunan jalan Bandara Silangit- Muara saat ini dalam proses penggarapan, sementara pembangunan irigasi raksasa Aek Sigeaon di Kecamatan Sipoholon akan rampung tahun ini. Belum lagi pembangunan bendungan Sidilanitano dan Pahae akan selesai tahun depan. Terpenting, APBD Taput tahun ini telah mencapai 1 triliun dan tahun depan kami upayakan bisa 1,5 triliun.

Pembangunan sarana-prasarana ini berupa jalan hotmix, pembukaan jalan-jalan tani, pembangunan irigasi secara otomatis akan menunjang kemajuan sektor pertanian.  Apalagi saya juga memprogramkan Demfarm (Demonstration Farm ) 1 hektar per desa.  Di Kabupaten Taput ada 241 desa sehingga ada 241 hektar lahan percontohan tanaman padi baik padi sawah maupun padi gogo.

Petani Denfarm akan bekerjasama dengan Perusahaan Daerah (Perusda) Pertanian Kabupaten Taput dalam pemasaran hasil produksi sehingga hasil Denfarm dalam kestabilan harga, sehingga petani tidak merugi. Tahun ini juga saya alokasikan anggaran pengadaan alat berat untuk pembukaan jalan, baik jalan tani menuju lokasi pertanian masyarakat, penghubung antar desa maupun membuka lahan-lahan pertanian masyarakat Taput.

Alat berat itu akan dipakai bergiliran setiap kecamatan dan dari desa ke desa.  Harapan saya, pada 2020 semua desa di Taput sudah tersedia alat berat dan alat penunjang pertanian lainnya.  Apalagi, 97% masyarakat Taput hidup dari hasil pertanian.  Kalau mau petani sejahtera, saya harus menyiapkan sarana dan prasarana pendukung untuk itu.

Irigasi pertanian yang berkualitas dengan nantinya memakai sistem pemipaan, penciptaan area pertanian dengan sistem kluster, peran dan kemampuan penyuluh/kelompok tani harus terus ditingkatkan, serta menjamin ketersediaan bibit unggul dan pupuk pertanian. Mudah-mudahan tahun ini banyak petani bisa merasakan kebijakan pemerintah daerah mengenai pembayaran pupuk bersubsidi bayar pascapanen.

Hand Tractor Untuk Poktan

Saya juga sudah meminta Perusda dan dinas terkait agar segera mengkaji dan melaksanakan mekanisme pasar ”sistem pelelangan” sehingga petani terhindar dari tengkulak dan mafia harga hasil tani. Di samping infrastruktur, pembangunan sektor pendidikan juga menjadi visi saya menjadikan Taput sebagai lumbung SDM berkualitas.

Apalagi Taput ”bangso Batak” dulunya adalah sumber orang-orang pintar yang dapat diperhitungkan di negeri ini. Tapi, pada dekade terakhir ini, prestasi itu sudah mulai terkikis. Di samping kemampuan akademis mulai menurun, etika, moral, dan spiritual juga mulai tergerus. Hal ini menjadi PR saya karena generasi yang cerdas secara akademis tanpa dibekali pendidikan etika dan moral yang baik akan sia-sia.

Untuk itu, saya terpanggil mencanangkan pendidikan gratis yang telah dimulai pada 2014 di tingkat SD-SMP tanpa pungutan apa pun. Selanjutnya, pada 2015, saya telah gratiskan biaya pendidikan dari tingkat SD hingga SMA/SMK. Saya juga melihat perlunya sekolah unggulan guna memacu semangat belajar anak didik agar dapat bersaing di tingkat nasional.

Saat ini sudah kami dirikan sekolah menuju unggulan sebanyak 27 sekolah, yakni tingkat SD 15 sekolah, SMP 5 sekolah, SMA 4 sekolah, dan SMK 3 sekolah. Prioritas pembangunan di sektor pendidikan juga dilakukan dengan mengalokasikan dana lebih besar untuk program-program pembangunan di Taput. Kesejahteraan guru, khususnya di daerah terpencil dan sangat terpencil, diprioritaskan dengan memberi insentif setiap bulan sebesar satu bulan gaji, bahkan satu setengah bulan gaji pokoknya.

Kesejahteraan tenaga medis juga menjadi perhatian khusus. Saya sangat berharap, peningkatan insentif yang sangat signifikan ini dibarengi peningkatan pelayanan. Sebab pendidikan dan kesehatan akan sangat menentukan bagi kesejahteraan masyarakat. 

Pemerintahan yang bersih juga akan dapat dicapai dengan mengangkat pejabat dan kepala sekolah tanpa uang.  Pejabat diangkat karena kemampuan melalui fit & proper test, bukan uang. Saya berharap, para pejabat ini akan bekerja lebih baik dan berkonsentrasi dalam menciptakan program-program brilian demi percepatan pencapaian visi-misi. 

Selain itu, sektor wisata juga menjadi target kami tahun demi tahun untuk menyumbang PAD.  Saya sangat apresiasi penetapan Muara dengan Pulau Sibandang sebagai bagian dari geo-park internasional dan penetapan kembali Bandara Silangit untuk dikelola AP II sebagai bandara internasional. Kami berharap ini segera terealisasi karena infrastruktur udara sudah menjadi keharusan untuk mobilitas masyarakat, pelaku bisnis, dan investasi di Taput.

Program-program itu telah saya laksanakan dalam jangka satu tahun enam bulan kepemimpinan saya. Tahun ini kami mulai menjalankan program uang duka bagi warga Taput yang meninggal. Tahun depan kami mulai desain setiap desa ada Badan Usaha Desa (BUD). Kami mulai dengan memberikan tiap desa alat keperluan pesta untuk dikelola BUD sebagai langkah awal.

Saya sangat serius membangun desa itu karena saat kepemimpinan saya, ADD saya naikkan 600%, tahun ini tambah lagi 400% yang semuanya bersumber dari APBD Taput. Desa harus tumbuh dan kuat kalau ingin kota dan negara kuat. Ini pemahaman saya soal mewujudkan Indonesia sebagai negara yang kuat ekonominya.



NIKSON NABABAN
Bupati Tapanuli Utara
Posting Komentar