"Bersama Membangun dan Mewujudkan Bona Pasogit Tapanuli Utara yang Sejahtera";
Tapanuli Utara Sebagai Lumbung Pangan Dan Lumbung Sumber Daya Manusia Yang Berkualitas serta Daerah Wisata

Rabu, 11 April 2012

Suhul Hentakkan Warga Tapanuli Utara

Rabu (11/4) sore Pukul 15:38:29 Wib hampir seluruh warga di Kabupaten Tapanuli Utara terhentak ketika "Raja Padoha" yang berdiam di "Banua Toru" menghentakkan ekornya yang mengakibatkan berguncangnya "Banua Tonga" Tapanuli Utara.

Warga berlari serabutan meninggalkan rumah dan ruang kerja masing-masing menyelamatkan diri dari khawatir runtuhnya bangunan.

hentakan yang berlangsung lebih kurang 3 (tiga) menit ini sangat membekas di wajah hampir semua warga tanpa terkecuali, namun demikian warga tampak lega ketika tanah yang dipijak mulai menunjukkan tanda-tanda mereda secara perlahan.

Lebih kurang lima menit kemudian BMKG merilis informasi kejadian bencana gempa yang diterima Kabupaten Tapanuli Utara melalui Sistem Peringatan Dini Bencana Gempa Bumi (WRS) di Bidang Informatika Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tapanuli Utara dengan data menunjukkan lokasi berada di 2.31 LU, 92.67 BT dengan Kekuatan 8,9 SR (diralat 8.5 SR) di kedalaman 10 km.

Warga yang tadinya telah berada di luar rumah dan perkantoran mulai kembali melakukan aktivitas, namun pada pukul 17:43:11 Wib kembali "Raja Padoha" menggetarkan bumi Tapanuli Utara dan memaksa semua warga kembali berhamburan ke halaman rumah/perkantoran mencegah berbagai kemungkinan yang tak diinginkan.  BMKG merilis informasi yang menyatakan pusat gempa berada di 0.82 LU, 92.42 BT dengan Kekuatan 8,1 SR di kedalaman 24 km.

Salah seorang warga Tarutung Nai Bernadine yang ditemui Media ini menyatakan sangat khawatir dengan kejadian ini, terlebih karena anak-anaknya yang masih Balita ditinggal di rumah sehingga perlu segera dijenguk setelah kejadian gempa pertama kalinya tadi.  Nai Bernadine sambil memeluk anak-anaknya dengan erat berharap, gempa susulan yang kuat tidak datang lagi, dan berharap kalopun ada kerusakan, yang minimal serta tidak merenggut nyawa manusia.


Posting Komentar