"Bersama Membangun dan Mewujudkan Bona Pasogit Tapanuli Utara yang Sejahtera";
Tapanuli Utara Sebagai Lumbung Pangan Dan Lumbung Sumber Daya Manusia Yang Berkualitas serta Daerah Wisata

Senin, 22 Agustus 2016

Kepala BP4K Taput : Membangun PPL Sebagai Agen Perubahan Pertanian

Senin 22 Agustus 2016,  Kepala BP4K Sondang EY Pasaribu menghimpun seluruh Koordinator PPL Kecamatan se-Taput dalam suatu pertemuan khusus guna meneruskan pesan tegas dari Bupati Taput kepada para PPL di Taput.

"Semua penyuluh harus mampu memberikan sesuatu inovasi bagi masyarakat dalam bidang pertanian. Bekali semua penyuluh dengan pengetahuan yang sesuai perkembangan sektor pertanian sehingga petani mampu mengatasi setiap permasalahan yang dihadapi di bidang pertanian"

Demikian pernyataan tegas Bupati Taput Drs. Nikson Nababan kepada para PPL melalui Kepala BP4K ketika meninjau Balai Pembibitan Pertanian (BPP) di Pagarbatu Sipoholon (18/8).

Kepala BP4K Sondang EY Pasaribu kepada media ini yang memantau langsung pertemuan Koordinator PPL dan Pendidikan dan Pelatihan PPL di perkampungan pemuda Jetun-Silangit Kec. Siborongborong menyatakan, bahwa penegasan Bupati tersebut harus disikapi dengan segera oleh BP4K bersama seluruh PPL di lapangan.

"Dalam pertemuan bersama Koordinator PPL telah kami teruskan pesan Bupati, agar setiap orang PPL mampu berperan sebagai inovator bagi masyarakat petani, setiap PPL mampu menjadi pembaharu, menjadi agen perubahan di tengah-tengah masyarakat tani, yang kami amini sebagai usaha dan upaya untuk percepatan mewujudkan Tapanuli Utara sebagai lumbung pangan," urai Kepala BP4K Sondang EY Pasaribu.

"Kami menyadari masih banyak kelemahan kami dalam kegiatan penyuluhan, kami PPL secara keseluruhan belum memiliki kesatuan gerak, tetapi kami terus mendorong para PPL untuk memiliki irama yang sama dalam penyuluhan, berusaha dan terus berupaya untuk berkembang dan mengikuti perkembangan teknologi dibidang pertanian guna dapat membangun karakter mulia petani," sebut Kepala BP4K Sondang EY Pasaribu.

"Seirama dengan penegasan Bupati tersebut, saat ini kami sedang melakukan pembekalan intensif kepada para penyuluh kita dalam 'Pendidikan dan Pelatihan PPL', kita selenggarakan sebanyak dua angkatan, angkatan pertama pada 22-26 Agustus 2016, angkatan kedua pada 29 Agustus-2 September 2016 dengan mengambil tempat di perkampungan pemuda Jetun-Silangit Kec. Siborongborong dengan menghadirkan instruktur dan narasumber dari para praktisi atau pelaku usaha dibidang pertanian/peternakan, dari Balai Benih Induk Holtikultura Kuta Gadung Brastagi, dan dari Laboratorium Pematang Kerasan," terang Kepala BP4K Sondang EY Pasaribu.

Terkait dengan masih adanya keluhan masyarakat tani kepada kinerja PPL yang dianggap masih kurang aktif, kurang inovatif bahkan para PPL belum mampu menghasilkan percontohan perlakuan pertanian yang terbaik dengan produksi terbaik, Kepala BP4K Sondang EY Pasaribu mengurai bahwa hal tersebut telah diketahui BP4K dari berbagai sumber.

"BP4K menyadari sepenuhnya, seperti kami jelaskan terdahulu, bahwa pengetahuan, pola pikir dan pola tindak kami sebagai PPL belum sama, itu menjadi alasan bagi kami melakukan pertemuan rutin berjangka bagi seluruh PPL setidaknya untuk sharing dan hearing pengalaman di lapangan, berangkat dari itu diharapkan setiap orang akan mengambil sari pati pengalaman dari lainnya untuk berubah ke arah yang lebih baik.  Selain itu, BP4K juga memberikan kesempatan kepada PPL untuk mengikuti diklat, dan bimtek dibidang penyuluhan, bahkan kita tugaskan untuk melihat pola pertanian ke daerah-daerah tertentu.  Semua itu untuk membangun citra PPL yang cerdas, profesional dan mandiri di tengah-tengah masyarakat petani di wilayah kerja masing-masing."

"Kami juga mengakui kelemahan lainnya, kita masih kekurangan tenaga PPL di setiap kecamatan, jumlah yang terbatas dengan wilayah kerja yang luas turut mempengaruhi kinerja mereka.  Kita telah usulkan penambahan jumlah PPL untuk menjawab keluhan masyarakat petani di Taput," urai Kepala BP4K Sondang EY Pasaribu lebih lanjut.

Amatan media ini atas penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan PPL, para peserta sangat antusias mengikutinya, teristimewa karena instruktur dan narasumber dari para praktisi usaha, sebagaimana tampak ketika Pdt. Bahara Sihombing dari Pengmas HKI menjadi penyaji dimana para peserta (PPL) berebut untuk mempertanyakan berbagai hal seputar pertanian dan peternakan organik.
Posting Komentar