"Bersama Membangun dan Mewujudkan Bona Pasogit Tapanuli Utara yang Sejahtera";
Tapanuli Utara Sebagai Lumbung Pangan Dan Lumbung Sumber Daya Manusia Yang Berkualitas serta Daerah Wisata

Selasa, 06 Desember 2011

Duka Menyelimuti SDN 174583 Sigotom Julu

Juistarto Tambunan, Kaki patah

Pagi ± pukul 07.00 WIB keluarga besar SD Negeri 174583 Sigotom Julu Kecamatan Pangaribuan berduka ketika ruang kelas yang sedang dalam masa rehab tiba-tiba ambruk.

Fransisko Tambunan (8 tahun) siswa kelas 1 bersama Juistarto Tambunan (11 Tahun) dan Salom Tambunan (11 Tahun) siswa kelas 3 tanpa menyadari kondisi bangunan yang sedang direhab bermain ke area bangunan.  Tiba-tiba bangunan yang sedang direhab ini ambruk dan menimpa ketiganya.
Salom Tambunan, Luka Perut dan Kepala

"Untung Tak Dapat Diraih, Malang Tak Dapat Ditolak", Fransisko Tambunan dan kawan kawan terhempas dan tergeletak.  Fransisko menghembuskan nafas terakhir sedangkan Juistarto Tambunan dan Salom Tambunan terluka parah pada bagian kaki, perut dan kepala.

Kejadian yang menghebohkan ini sangat menyayat hati semua yang berada di lokasi kejadian.  Fransisko Tambunan segera dibawa ke rumah keluarga sedangkan Juistarto Tambunan dan Salom Tambunan segera dilarikan ke RSUD Tarutung guna mendapatkan pertolongan dan perawatan intensif.

Bupati Tapanuli Utara Torang Lumbantobing, bersama dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara segera setelah mengetahui kejadian bencana berangkat ke Sigotom Julu Kecamatan Pangaribuan.  Sampai di rumah duka, Bupati menyampaikan rasa prihatin dan duka yang mendalam kepada keluarga, karena keluarga kehilangan putera yang dikasihi dan disayangi, masa depan keluarga dan bangsa.

Di RSUD Tarutung, Juistarto Tambunan dan Salom Tambunan di ruang UGD segera dirawat oleh dr. Salomo Sitorus.   Juistarto Tambunan yang patah pada bagian paha kaki kanan mendapat perawatan dengan bantuan gips di kaki dan Salom Tambunan yang luka pada bagian perut dan kepala mendapat perawatan intensif.

Bekman Tambunan Guru pada SD Negeri 174583 Sigotom Julu yang ditemui "BonaPasogit TapanuliUtara" di RSUD Tarutung bersama dengan keluarga korban lainnya sambil menangis menuturkan kejadian yang menimpa anak didik mereka.  Tampak betapa Bekman Tambunan dan keluarga yang mendampingi di RSUD Tarutung sangat bersedih, prihatin dan duka yang dalam dengan kejadian yang menimpa anak-anak mereka.


Photo liputan

Tidak ada komentar: