"Bersama Membangun dan Mewujudkan Bona Pasogit Tapanuli Utara yang Sejahtera";
Tapanuli Utara Sebagai Lumbung Pangan Dan Lumbung Sumber Daya Manusia Yang Berkualitas serta Daerah Wisata

Rabu, 17 Juni 2015

JICA Sosialisasikan Budidaya Padi Di Muara

Selasa, 16 Juni 2015.  Japan International Cooperation Agency (JICA), sebuah Lembaga Kerjasama Internasional Pemerintah Jepang mengadakan sosialisasi teknik budidaya tanaman padi kepada koordinator PPL Pertanian se-Taput dan masyarakat Muara bertempat di Desa Silali Toruan Kec. Muara-Tapanuli Utara.  Kegiatan sosialisasi tersebut dimaksudkan untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang teknik budidaya padi yang benar yang telah diterapkan di negeri matahari terbit itu.


Mr. Hidetoshi, perwakilan JICA untuk Indonesia memaparkan bahwa JICA merupakan lembaga yang dibentuk pemerintah Jepang untuk membantu negara berkembang seperti Indonesia, yang salah satunya fokus membantu penerapan teknologi pertanian.  Hidetoshi mengungkapkan bahwa umumnya sistem pertanian di Taput seperti teknik budidaya tanaman padi masih bersifat tradisional, berbeda dengan pertanian di negara yang sudah menganut sistem pertanian maju seperti penggunaan bibit unggul, mekanisasi pertanian serta komunikasi yang baik antara tenaga penyuluh dengan petani.  Petani di Jepang umumnya mampu mengelola areal pertanian yang luas dengan mekanisasi pertanian, berbeda jauh dengan kondisi di Taput yang masih mengandalkan tenaga manusia dan lahan pertanian yang relatif sempit.  Petani di Taput juga masih memanfaatkan benih dari hasil panen sehingga cenderung panen yang dihasilkan semakin menurun, berbeda dengan kondisi petani di Jepang yang menggunakan benih unggul dari took pertanian.  Disamping itu juga petani di Jepang cenderung menerapkan pola pertanian organik dengan memaksimalkan penggunaan bokashi.

Kondisi pertanian tersebut menjadi salah satu alasan bagi JICA untuk melakukan transfer teknologi pertanian, sehingga kondisi kehidupan petani dan pertanian di Indonesia semakin baik.  Harapan pemerintah Jepang agar tenaga PPL Pertanian bisa meneruskan pengetahuan teknologi pertanian tersebut kepada masyarakat untuk diterapkan di lapangan.

Sementara itu Bupati Taput Drs. Nikson Nababan sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi pertanian yang dilakukan tim alih teknologi pertanian JICA tersebut. Bupati berharap dengan adanya kegiatan sosialisasi, target Taput menjadi lumbung pangan bisa tercapai.  “Saya berharap kepada tenaga penyuluh sebagai ujung tombak pertanian dapat menyerap pengetahuan yang diberikan oleh JICA untuk ditransfer kepada para petani”, pesan Bupati. 

Bupati memaparkan bahwa Tapanuli Utara memiliki potensi pengembangan pertanian yang baik, seperti pemanfaatan lahan tidur, penerapan sistem pertanian organik dengan menggunakan kompos serta meminimalisir penggunaan pupuk kimia dan pestisida. “Petani di Taput harus kreatif dan tekun dengan melakukan observasi-observasi untuk diterapkan di lahan pertanian, mengolah dan memanfaatkan eceng gondok, kipahit, kotoran hewan serta bahan-bahan yang tersedia di alam sekitar sebagai pupuk organik.  Ketergantungan kepada pupuk kimia selain tidak baik kepada kesehatan manusia, umumnya merusak lahan pertanian dan produk yang dihasilkan tidak mampu disimpan lebih lama”, ujarnya.

Bupati Nikson menambahkan terkait dengan pembangunan masyarakat di bidang pertanian Pemkab akan menyediakan mesin pencacah kompos sebanyak 241 unit untuk desa-desa di Taput, pengadaan alat berat untuk ekstensifikasi pertanian, menyediakan bibit unggul, menyalurkan pupuk bersubsidi dengan sistem pasca panen, membuat lahan percontohan (Demfarm) 1 Ha per desa, pembangunan saluran irigasi dan embung untuk ketersediaan air, pengadaan fasilitas operasional roda 2 kepada tenaga penyuluh serta program kegiatan lainnya. Bupati juga menginformasikan bahwa dalam waktu dekat dirinya berserta tim akan melakukan study banding ke Negara Jepang untuk mempelajari sistem pertanian di negeri tersebut mulai dari hilir sampai ke hulu. “Saya beserta tim akan mempelajari sistem pertanian di Jepang yang sudah maju, seperti teknik budi daya pertanian, pengolahan hasil pertanian hingga pemasaran produk olahan pertanian tersebut untuk kita terapkan di Tapanuli Utara”, ucapnya.

Kegiatan sosialisasi pertanian tersebut juga dirangkai dengan praktek pola penanaman padi yang baik di lahan pertanian oleh Tim JICA diikuti langsung Bupati Taput, Ny. Nikson Nababan Satika boru Simamora, Ass. Ekbang Drs. Parsaoran Hutagalung, para Pimpinan SKPD serta koordinator PPL pertanian se-Taput.

Photo liputan :

Tidak ada komentar: